Indragiri Hulu – Sebanyak 30 unit rakit (pocay) dan pondok-pondok pekerja tambang emas tanpa izin (PETI) di Desa Pesajian, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, dibongkar secara sukarela oleh warga pada Sabtu (23/8/2025). Aksi ini menjadi bukti meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Pembongkaran yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu, merupakan hasil dari pendekatan persuasif yang dilakukan oleh aparat kepolisian dan pemerintah daerah. Tim gabungan Polres Inhu dan Polsek Peranap yang dipimpin KBO Satreskrim Ipda Riki Rahmadi bersama Kanit Reskrim Polsek Peranap Ipda Yusmar menempuh perjalanan sejauh 100 kilometer menuju lokasi.
Setibanya di lokasi, tim gabungan mendapati warga telah berkumpul dengan semangat gotong royong untuk membongkar peralatan tambang ilegal tersebut. Pada hari itu, 12 unit pocay berhasil dibongkar, sementara sisanya dijadwalkan akan dibersihkan pada hari berikutnya.
Kapolres Inhu AKBP Fahrian Saleh Siregar mengapresiasi langkah positif yang diambil oleh masyarakat. Ia mengatakan, imbauan yang disampaikan bersama Bupati Inhu telah direspon dengan baik. “Alhamdulillah, imbauan yang kami sampaikan bersama Bupati disambut baik. Tidak hanya berhenti menambang, masyarakat bahkan membongkar sendiri peralatan PETI yang ada. Ini wujud kesadaran kolektif yang patut diapresiasi,” ujarnya pada Minggu (24/8/2025).
Bupati Inhu Ade Agus Hartanto menambahkan, pemerintah tidak hanya melarang aktivitas PETI, tetapi juga sedang menyiapkan solusi jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau sedang merancang regulasi pertambangan rakyat agar aktivitas pertambangan dapat berjalan secara legal, aman, dan ramah lingkungan.
“Kita ingin masyarakat tetap bisa bekerja, tetapi dengan cara yang aman dan legal. Jadi bukan sekadar melarang, melainkan mencari jalan keluar yang terbaik,” tegasnya.
Penertiban yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan tanpa ketegangan ini, menjadi simbol perubahan bahwa menjaga kelestarian alam dapat dilakukan dengan kesadaran, tanpa adanya paksaan.











