Jakarta – Upaya mempererat hubungan budaya Indonesia-Malaysia terus digalakkan. Wakil Sekretaris Fraksi Gerindra MPR RI, Andre Rosiade, mendampingi Ketua MPR RI Ahmad Muzani dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia, Yang Mulia Dato Seri Diraja Haji Anwar Ibrahim, baru-baru ini. Pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan budaya antar kedua negara.

Dalam pertemuan itu, Andre Rosiade bersama sejumlah pimpinan MPR berdiskusi mengenai agenda kegiatan pentas wayang seni budaya di berbagai wilayah di Malaysia.

Sekjen DPP Partai Gerindra tersebut menyampaikan salam hormat dari Presiden RI Prabowo Subianto kepada Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. “Saya sedikit menyampaikan agenda kegiatan kami terkait pentas wayang seni budaya di beberapa wilayah di Malaysia. Pagelaran ini sebagai bukti sekaligus komitmen kita untuk memperkuat jalinan historis dan diplomasi melalui wayang antar kedua negara,” ujarnya.

Andre Rosiade juga menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan pentas wayang dan seni budaya Indonesia yang akan digelar di Malaysia. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya Nusantara sekaligus mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia di perantauan dengan akar budaya bangsa.

Andre Rosiade menilai, kegiatan kesenian seperti ini sangat penting, terutama bagi warga negara Indonesia yang tinggal di luar negeri. Ia menambahkan, melalui pementasan wayang dan kesenian tradisional lainnya, identitas budaya bangsa dapat terus hidup dan dikenal, baik oleh masyarakat Indonesia sendiri maupun warga negara asing.

“Alhamdulillah, kami diterima oleh Perdana Menteri Malaysia untuk sejumlah kegiatan. Terima kasih kepada Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno, Wakil Ketua Komisi X DPR Himnatul Aliyah, Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade, dan anggota DPR RI Danang Wicaksana Sulistya serta Mulyadi, lalu Dubes RI untuk Malaysia Hermono,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andre Rosiade pada Jumat (27/6/2025) menambahkan, dirinya sangat mendukung kegiatan pentas seni budaya seperti ini. “Ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga soal menjaga jati diri bangsa di tengah globalisasi. Terlebih bagi saudara-saudara kita yang berada di Malaysia, kegiatan ini menjadi pengobat rindu akan kampung halaman,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *