Padang – Kemarau panjang yang melanda Kota Padang dalam beberapa pekan terakhir mulai mengganggu distribusi layanan air bersih. Perumda Air Minum Kota Padang mencatat debit air di sejumlah sumber baku menurun akibat minimnya curah hujan dan teriknya suhu udara.

Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, mengatakan cuaca ekstrem itu secara langsung membatasi kapasitas produksi di instalasi pengolahan air. Kondisi tersebut memaksa perusahaan melakukan penyesuaian distribusi kepada pelanggan agar layanan tetap terjaga.

“Kami mengimbau pelanggan untuk hemat menggunakan air dan menampung air sebagai cadangan, sebab sewaktu-waktu koneksi bisa terputus,” ujar Adhie di Padang, Senin (1/6/2026).

Adhie menegaskan, langkah antisipasi dengan menampung air saat kondisi normal sangat krusial dilakukan masyarakat. Strategi itu diharapkan mampu menjaga ketersediaan air di tingkat rumah tangga apabila terjadi gangguan distribusi di masa mendatang.

Selain itu, Perumda juga mengajak masyarakat lebih bijak dalam konsumsi harian. Menurut Adhie, sikap hemat air sangat membantu menjaga stabilitas layanan di tengah keterbatasan sumber daya saat ini.

“Kami mengimbau agar menggunakan air seperlunya saja. Jangan boros, karena setetes air sangat berguna bagi kita semua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *