Padang – Semen Padang FC melakukan perombakan besar-besaran usai menuntaskan kompetisi Liga 1 musim 2025/2026.
Langkah strategis itu dimulai dengan penunjukan Deni Sulton sebagai General Manager sekaligus Asisten Manajer tim berjuluk Kabau Sirah tersebut, yang efektif berlaku mulai 25 Mei 2026.
Deni Sulton dikenal sebagai sosok yang berpengalaman di sepak bola nasional.
Ia pernah mengemban tanggung jawab sebagai Sekretaris Tim Nasional Indonesia pada era kepelatihan Shin Tae-yong.
Chief Operation Officer (COO) Semen Padang FC, Braditi Moulevey, menegaskan restrukturisasi dilakukan segera setelah laga terakhir melawan Persija Jakarta.
Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh untuk mempersiapkan tim menghadapi kompetisi Liga 2 musim depan.
“Usai laga terakhir menghadapi Persija, manajemen langsung bergerak melakukan evaluasi, salah satunya dengan mengangkat Deni Sulton sebagai General Manager,” ujar Braditi melalui website Semen Padang FC, Sabtu (30/5/2026).
Selain perubahan di manajemen, klub kini juga fokus mencari stadion alternatif untuk menjadi kandang sementara.
Stadion Haji Agus Salim dipastikan tidak bisa digunakan karena akan menjalani proyek renovasi.
Manajemen saat ini menimbang dua lokasi sebagai markas baru, yakni Stadion Benteng di Tangerang dan Stadion Patriot Candrabhaga di Bekasi.
Perwakilan klub bahkan telah melakukan survei langsung ke kedua lokasi tersebut untuk memastikan kelayakannya.
Di sisi teknis, Semen Padang FC mulai menyusun kerangka skuad dengan target ambisius untuk segera kembali ke Liga 1.
Inventarisasi pemain baru dan seleksi terhadap pemain lama saat ini sedang berjalan.
Perombakan juga menyentuh jajaran pimpinan tertinggi organisasi.
Andre Rosiade kini resmi menjabat sebagai Presiden Klub, sementara Muhammad Ammar Tsaqif Rosiade ditunjuk menjadi CEO Semen Padang FC.











