Payakumbuh – Pemerintah Kota Payakumbuh menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) sebagai wadah utama menyerap aspirasi masyarakat. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Payakumbuh, Rida Ananda, mewakili Wali Kota Zulmaeta, hadir dalam Musrenbang Kecamatan Payakumbuh Timur untuk tahun perencanaan 2027, yang berlangsung di Aula SKB Kota Payakumbuh, Kelurahan Padang Alai Bodi, Kamis (05/02/2026).

Rida Ananda menjelaskan, Musrenbang menjadi sarana penting untuk menampung aspirasi masyarakat secara bertahap dan partisipatif, mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan. “Musrenbang menjadi wadah strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat secara berjenjang dan partisipatif, mulai dari tingkat RT/RW hingga kelurahan,” ujarnya pada Kamis (05/02/2026).

Lebih lanjut, Rida Ananda menyampaikan bahwa Musrenbang kelurahan di sembilan kelurahan se-Kecamatan Payakumbuh Timur telah dilaksanakan pada 6–22 Januari 2026 sebagai langkah awal penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027. Pemerintah daerah mengapresiasi peran aktif lurah, fasilitator perencana kelurahan, serta seluruh elemen masyarakat dalam mengawal proses perencanaan berbasis bottom-up.

Rida Ananda menekankan, Pemko Payakumbuh berupaya memastikan program pembangunan 2027 benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Ia mengingatkan agar penggunaan anggaran dilakukan secara efisien, efektif, transparan, dan akuntabel, serta selaras dengan prioritas pembangunan nasional dan provinsi. “Kebutuhan pembangunan tinggi, sementara kemampuan keuangan daerah terbatas. Karena itu, program prioritas harus dipilih secara selektif,” tegasnya.

Musrenbang 2027, lanjut Rida Ananda, merupakan tahun ketiga pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Payakumbuh 2025–2029 yang telah diselaraskan dengan RPJPD 2025–2045 serta prioritas nasional dan provinsi. Dalam kesempatan tersebut, Rida Ananda juga menyampaikan indikator makro daerah, termasuk pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh pada 2024 sebesar 4,53 persen.

Selain itu, Rida Ananda juga menyoroti sejumlah persoalan di Kecamatan Payakumbuh Timur, seperti 740 KK pada desil 1, 54 balita stunting, 801 keluarga berisiko stunting, 12 KK belum memiliki akses air minum layak, serta 53 KK belum memiliki jamban sehat. “Data ini harus segera diintervensi oleh perangkat daerah teknis sesuai kewenangan,” imbuhnya.

Ia menyebutkan bahwa Musrenbang terintegrasi dengan rembug stunting, sementara prevalensi stunting Kota Payakumbuh pada 2024 masih berada pada angka 16,4 persen. Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan UMKM, optimalisasi potensi pertanian, peningkatan layanan publik melalui PATEN, serta partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah. “Kami mengajak masyarakat memilah sampah, mengolah kompos, dan membangun budaya hidup minim sampah,” katanya.

Rida Ananda menambahkan, Pemko Payakumbuh terus mengupayakan pembangunan kembali pusat pertokoan Payakumbuh yang terbakar untuk memperkuat pergerakan ekonomi daerah.

Camat Payakumbuh Timur, Yopie Kurniawan, mengajak masyarakat untuk memperkuat kolaborasi pembangunan. “Kami terbuka terhadap kritik dan masukan. Mari kita jaga komunikasi dan bekerja sama agar Payakumbuh Timur semakin baik,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *