Limapuluh Kota – Ribuan warga, termasuk perantau, memadati Kenagarian Pangkalan, Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, untuk menyaksikan tradisi Potang Balimau, Selasa (17/02/2026). Acara tahunan ini digelar untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H.
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang, Wakil Bupati Ahlul Badrito Resha, perwakilan Gubernur Sumbar Ahmad Zikri, Ketua DPRD Limapuluh Kota Doni Ikhlas, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Syaiful Wahid, serta tamu undangan lainnya.
Ketua panitia acara Patang Balimau Nagari Pangkalan, Rota Yudistira, menyampaikan apresiasi kepada para perantau yang telah mendukung kegiatan Potang Balimau tahun 2026. Ia berharap tradisi ini terus menjadi budaya dalam menyambut bulan suci Ramadhan.
Rota juga berharap pemerintah daerah dapat menganggarkan dana khusus untuk mendukung pelaksanaan tradisi tahunan ini. “Potang Balimau sudah menjadi identitas masyarakat Nagari Pangkalan. Kami berharap pemerintah daerah bisa terus mendukung dan mengalokasikan anggaran khusus agar acara ini semakin berkembang,” harapnya.
Camat Pangkalan Koto Baru, Depi Peringki, menjelaskan bahwa kegiatan Potang Balimau merupakan tradisi turun temurun dalam menyucikan diri yang dilakukan oleh masyarakat di sepanjang aliran sungai Batang Maek.
“Tradisi menyambut bulan suci Ramadhan ini dilaksanakan sesudah shalat Zhuhur. Selain untuk mensucikan diri, sekaligus sebagai tempat bersilaturahmi antar anak nagari di kampung halaman maupun dari perantauan,” ujarnya singkat.
Bupati Limapuluh Kota Safni Sikumbang dalam sambutannya menyampaikan, event atau alek nagari Potang Balimau merupakan atraksi budaya yang megah, meriah dan kolosal di Limapuluh Kota. Oleh karena itu, tradisi ini harus terus dilestarikan secara turun temurun.
Safni mengatakan, tradisi atraksi budaya Potang Balimau tak hanya merupakan event lokal, namun kegiatan ini juga menambah semangat untuk menggali sektor pariwisata untuk kemajuan daerah serta sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara dunsanak dikampung halaman dan perantau. “Jadi sangat rugi kalau tidak pulang kampuang saat Potang Balimau,” ujarnya pada Selasa (17/02/2026).
Safni menjelaskan, Potang Balimau adalah salah satu atraksi budaya terbesar dan paling meriah di Limapuluh Kota, sehingga perlu terus dilestarikan sebagai warisan turun-temurun.
Ia juga mengapresiasi gotong royong masyarakat dan panitia dalam menyukseskan acara ini. Safni menutup sambutannya dengan mengatakan, “Tahun depan Potang Balimau Nagari Pangkalan bakal kita suport dengan bentuk dana senilai 50 Juta rupiah, dan juga bakal kita jadikan kalender tahunan dinas Pemuda dan Olah Raga Kabupaten Lima Puluh Kota.”











